ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Waduh! Saham Ini Tidak Bisa Diperdagangkan! Mengapa?

Waduh! Saham Ini Tidak Bisa
Diperdagangkan! Mengapa?

Waduh! Saham Ini Tidak Bisa Diperdagangkan! Mengapa?

Sejatinya ketika kita berinvestasi saham ya kita pasti memperjualbelikan suatu saham perusahaan tertentu bukan? Ya kita akan membeli dan menjual saham, baik itu jangka panjang maupun untuk jangka pendek. Namun tahukah kamu, ternyata ada loh saham yang tidak bisa diperdagangkan atau tidak bisa diperjualbelikan? Kok bisa?

Dalam dunia pasar modal, pada dasarnya saham perusahaan memang bisa saja diberhentikan perdagangannya untuk alasan tertentu, dan bisa diberhentikan secara permanen maupun untuk sementara waktu. Hal ini wajib kita pertimbangkan ketika kita berinvestasi saham untuk menghindari kerugian, karena penghentian perdagangan saham perusahaan tertentu memang salah satu risiko yang akan kita hadapi ketika berinvestasi saham.

Ada beberapa sebab saham perusahaan tidak bisa diperdagangkan, untuk penghentian secara permanen merupakan akibat dari emiten yang delisting, baik itu delisting secara sukarela maupun secara paksa. Delisting sendiri berarti perusahaan sudah tidak tercatat lagi di bursa, sehingga otomatis sahamnya tidak lagi bisa untuk diperjualbelikan. Hal ini masuk ke dalam salah satu dari beberapa risiko dalam investasi saham yang penjabarannya bisa kamu baca melalui link di gambar berikut.

Risiko Dalam Investasi Saham

Sementara untuk penghentian perdagangan saham perusahaan tertentu yang bersifat sementara, biasanya terjadi akibat emiten atau perusahaan terkena suspensi. Ya, suspensi merupakan penghentian sementara perdagangan saham perusahaan tertentu oleh bursa. Penyebab adanya suspensi bisa karena sanksi maupun bukan sanksi.

Suspensi akibat sanksi terjadi, kaitannya dengan laporan keuangan yang harus dilaporkan oleh emiten, namun emiten tak kunjung mempublish laporan keuangannya hingga lewat batas waktu yang telah ditentukan, sehingga perdagangan sahamnya diberhentikan sementara waktu oleh bursa.

Sedangkan suspensi bukan sanksi terjadi setidaknya karena beberapa hal, seperti kenaikan dan penurunan harga yang signifikan bahkan terjadi dalam beberapa hari berturut-turut, dan adanya pola atau aktivitas transaksi yang tidak wajar atau tidak biasa atas saham emiten tertentu (Unusual Market Activity).

Jangka waktu suspensi sendiri bisa dalam hitungan hari, namun bisa juga hitungan tahun, tergantung dari jenis pelanggaran, dan tingkatan suspensi. Dampaknya jelas, kita tidak bisa memperjualbelikan sahamnya, hanya bisa menunggu hingga suspensi dibuka. Namun, pada dasarnya ketika kita berinvestasi saham pastinya kita akan memilih saham perusahaan yang bagus, dan jauh dari potensi suspensi bahkan delisting, bukan begitu? Maka pertimbangkan dengan matang ketika kita hendak membeli saham perusahaan, termasuk kaitannya dengan suspensi.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Namun, pada kenyataannya saat ini banyak sekali investor ritel yang bermain di saham-saham lapis ketiga dengan dalih mereka bisa cuan karena mengekor pihak tertentu (bandar). Saham lapis ketiga merupakan saham dengan market cap yang kecil yang memungkinkan pergerakan harganya dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu, tak heran pergerakan saham lapis ketiga ini sering sekali tidak wajar dan bisa Auto Reject Atas (ARA) berkali-kali, sehingga seringkali terkena suspensi untuk alasan UMA atau Unusual Market Activity. Saham seperti inilah yang seharusnya dihindari oleh investor ritel pemula, selain tergolong sangat high risk, juga tinggi potensi terkena suspensi yang tentunya justru akan menyulitkan.

Maka, jangan terburu-buru tergiur jika kamu mendengar seseorang atau teman yang bisa cuan dari saham-saham lapis ketiga, yang digoreng oleh pihak tertentu. Kita tidak tau persis faktor apa yang menyebabkan mereka bisa cuan di saham yang sering diistilahkan dengan “saham gorengan” tersebut, dengan dalih mengekor bandar. Kemungkinannya ada dua, antara “faktor keberuntungan semata” atau memang “faktor terlalu pintar mengekor bandar”.

Kembali ke suspensi. Suspensi sendiri sebenarnya merupakan cara yang dilakukan oleh bursa dalam menangani perusahaan agar perdagangan efek tetap berjalan teratur, wajar, dan efisien, serta sebagai upaya untuk memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar, untuk mempertimbangkan secara matang atas kewajaran harga saham, berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya (Indonesia Stock Exchange).

Nah untuk informasi saham emiten apa saja yang sedang dalam masa suspensi atau penghentian perdagangan sementara bisa kamu cek di laman resmi Bursa Efek Indonesia di idx.co.id/berita/suspensi/, di laman tersebut kamu akan mengetahui update terkini suspensi maupun pembukaan suspensi saham perusahaan tertentu. Jika kamu ingin berinvestasi saham, namun masih sangat awam dengan dunia pasar modal, kamu bisa mulai belajar dasar-dasar berinvestasi saham dari yang paling sederhana, gratis, silahkan klik gambar di bawah ini ya.

Belajar Investasi Saham Untuk Pemula

Hukum Supply And Demand Dalam Investasi Saham

Hukum Supply and Demand
Dalam Investasi Saham

Hukum Supply And Demand Dalam Investasi Saham

Supply and Demand memang suatu istilah yang sangat kental dengan ilmu ekonomi. Pada dasarnya, supply and demand memang merupakan teori dalam ekonomi atau hukum ekonomi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam bahasa sehari-hari kita, supply and demand dikenal dengan hukum permintaan dan penawaran. Supply sendiri merupakan penawaran, dan demand merupakan permintaan.

Di kehidupan sehari-hari kita, khususnya di bidang perdagangan, supply and demand menjadi faktor penentu atas pergerakan harga suatu barang tertentu. Dimana ketika demand lebih tinggi dari supply, maka harga barang tertentu akan mengalami kenaikan, dan ketika supply lebih tinggi dari demand maka harga barang cenderung menurun. Contoh sederhana bisa kita lihat di kasus masker atau tabung oksigen di era pandemi covid 19, dimana jumlah permintaan (demand) terhadap masker/tabung oksigen yang meningkat, namun tidak diimbangi dengan ketersedian stok barang (supply), sehingga harga masker/tabung oksigen sempat melonjak.

Saya kira, hukum permintaan dan penawaran ini sudah banyak orang yang memahaminya, karena konsep dasarnya mudah dimengerti, ketika permintaan lebih tinggi maka harga akan naik, ketika penawaran lebih tinggi maka harga akan turun. Lalu apa hubungannya Supply and Demand ini dengan investasi saham?

Mengapa Harga Saham Naik Turun?

Kita yang baru memasuki dunia investasi khususnya saham, atau bisa dikatakan pemula, pastinya sempat berpikir atau bertanya-tanya, kenapa ya harga saham bisa naik turun? Kenapa saham ABCD harganya melejit? Dan kenapa harga saham EFGH harganya anjlok? Pada dasarnya jual beli saham tidak berbeda dengan jual beli barang pada umumnya, maka yang mempengaruhi naik turunnya harga saham tertentu ya tidak lain adalah adanya Supply and Demand. Ya, hukum permintan dan penawaran berlaku juga di pasar modal. Jadi, kalian harus memahami juga konsep Supply and Demand ini sebelum terjun di investasi saham ya.

Ilustrasinya begini, harga saham ABCD dalam beberapa hari mengalami kenaikan yang cukup signifikan, itu artinya banyak yang ingin membeli saham ABCD dikarenakan saham tersebut kemungkinan dalam sentimen positif, berita baik, atau laporan keuangan yang bagus, sehingga banyak investor yang ingin membeli saham tersebut, menyebabkan permintaan yang tinggi sehingga harga saham mengalami kenaikan. Sebaliknya, saham EFGH dalam keterpurukan karena catatan keuangan yang kurang bagus atau sektor industri emiten yg sedang melemah di era pandemi, sehingga harganya anjlok, ini bisa diartikan banyak yang ingin menjual saham EFGH sehingga penawaran/supply (jumlah lot yang ingin dijual investor) tinggi, maka harga mengalami penurunan yang tajam.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Jadi, dalam transaksi pasar modal kita memang perlu memperhatikan keberadaan atau banyaknya, “investor yang ingin membeli” dan “investor yang ingin menjual”, merekalah para pelaku pasar modal yang mempengaruhi kondisi naik atau turunnya haga saham. Supply and Demand secara sederhana dapat dilihat dari chart, dimana candlestick hijau (harga naik) mewakili demand atau banyak permintaan beli saham, sedangkan candlestick berwarna merah (harga turun) menggambarkan kondisi banyak penawaran/supply atau orang yang menjual saham.

Selain dari candlestick chart, analisa supply and demand juga bisa kita lakukan melalui bid dan offer di kolom order book. Melalui bid dan offer kita bisa memperkirakan apakah suatu saham sedang banyak permintaan beli atau penawaran jual. Nah, apa sih bid dan offer itu? Silahkan simak penjelasan lanjutannya setelah artikel ini ya, atau bisa kamu klik gambar di bawah ini untuk menuju TKP.

Bid dan Offer Dalam Transaksi Saham

100 Ribu Bisa Beli Saham? Berapa Modal Membeli 1 Lot Saham?

100 RIBU BISA BELI SAHAM?
BERAPA MODAL MEMBELI 1 LOT SAHAM?

100 Ribu Bisa Beli Saham?

Seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelmunya tentang minimal pembelian lembar saham, kita tau bahwa untuk bisa memiliki saham suatu perusahaan, kita harus membelinya minimal 1 lot (100 lembar saham). Ketika suatu emiten menawarkan sahamnya dengan harga tertentu, misal Rp 5.000,-, ternyata kita tidak serta merta bisa memiliki saham emiten atau perusahaan tersebut dengan biaya hanya Rp 5.000,-, jangan salah ya, bukan berarti kita bisa membeli saham perusahaan tersebut dengan modal hanya 5000 rupiah saja, catat.

Mengapa bisa begitu? Tentunya karena harga saham yang tertera secara realtime adalah harga untuk satu lembar saham, sementara itu sesuai dengan aturan BEI, ada minimal pembelian lembar saham, yaitu 1 lot (100 lembar saham). Jadi, sebenarnya berapa sih biaya yang harus dikeluarkan atau modal untuk bisa membeli 1 lot saham perusahaan?

Apakah 100 Ribu Bisa Beli Saham?

Dengan 100 ribu rupiah kita sudah bisa membeli saham perusahaan, tapi disisi lain juga tidak bisa. Silahkan kamu simak ilustrasi berikut ini, yang akan memudahkan kamu untuk mengerti, apakah modal yang kamu miliki bisa untuk membeli 1 lot saham? Terutama untuk investor ritel pemula yang mungkin modalnya masih terbatas. Untuk ilustrasi saya tidak menggunakan harga saham realtime ya, agar memudahkan perhitungan, namun pembulatannya tidak jauh dari harga realtime.

ILUSTRASI 1

PT Gudang Garam Tbk, dengan kode emiten GGRM saat ini menawarkan sahamnya dengan harga per lembar Rp 30.000,- maka modal membeli 1 lot saham GGRM perhitungannya adalah sebagai berikut :

Minimal pembelian lembar saham  : 1 lot = 100 lembar

harga per lembar : Rp 30.000,-

Maka, modal untuk 1 lot saham GGRM : 100 lembar (1lot) x Rp 30.000,- = Rp 3.000.000,-

Di ilustrasi 1, ternyata Rp 100.000,- tidak bisa untuk membeli 1 lot saham GGRM, karena kamu membutuhkan Rp 3.000.000,- untuk bisa membeli 1 lot saham GGRM. Lanjut ilustrasi kedua.

ILUSTRASI 2

PT HM Sampoerna Tbk, dengan kode emiten HMSP saat ini menawarkan sahamnya dengan harga per lembar Rp 1.000,- maka modal membeli 1 lot saham HMSP perhitungannya adalah sebagai berikut :

Minimal pembelian lembar saham  : 1 lot = 100 lembar

harga per lembar : Rp 1.000,-

Maka, modal untuk 1 lot saham HMSP : 100 lembar (1lot) x Rp 1.000,- = Rp 100.000,-

Di ilustrasi 2, ternyata Rp 100.000,- bisa untuk membeli 1 lot saham HMSP, karena kamu hanya membutuhkan Rp 100.000,- untuk bisa membeli 1 lot saham HMSP.

ILUSTRASI 3

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dengan kode emiten WSKT saat ini menawarkan sahamnya dengan harga per lembar Rp 800,- maka modal membeli 1 lot saham WSKT perhitungannya adalah sebagai berikut :

Minimal pembelian lembar saham  : 1 lot = 100 lembar

harga per lembar : Rp 800,-

Maka, modal untuk 1 lot saham WSKT : 100 lembar (1lot) x Rp 800,- = Rp 80.000,-

Di ilustrasi 3, ternyata Rp 100.000,- juga bisa untuk membeli 1 lot saham WSKT, karena kamu hanya membutuhkan Rp 80.000,- untuk bisa membeli 1 lot saham WSKT.

Setelah melihat ilustrasi sederhana diatas, bisa kita simpulkan ternyata modal untuk mendapatkan 1 lot saham perusahaan itu relatif, tergantung dari harga per lembar sahamnya, sehingga jika banyak yang mengatakan modal 100 ribu bisa investasi saham, ya memang bisa, tapi terbatas pada saham perusahaan yang harga per lembarnya jika diakumulasikan ke 1 lot (100 Lembar), totalnya tidak lebih dari 100 ribu rupiah.

Total modal pada ilustrasi di atas belum termasuk fee sekuritas ya, seperti yang sudah di jelaskan di materi tentang perusahaan sekuritas, ada fee sekuritas untuk setiap transaksi jual beli saham, jumlahnya tidak besar kok, untuk fee beli hanya di kisaran 0,15%-0,19%, sedangkan fee jual antara 0,25%-0,29%, dari total transaksi, tergantung dari sekuritas yang kamu gunakan.

Tenang saja, saat ini ada banyak sekali emiten/perusahaan yang harga saham per lembarnya cukup terjangkau, dan bisa kamu analisa fundamentalnya untuk dijadikan pilihan kamu berinvestasi saham. Bahkan perusahaan-perusahaan tersebut masuk ke dalam jajaran Saham Blue Chip (unggulan) atau saham lapis satu, cocok untuk investor pemula yang menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang tentunya membeli saham secara bertahap dengan jumlah pembelian yang kecil. Saham Blue Chip dan strategi DCA ini akan ada pembahasannya di artikel selanjutnya.

Jadi, sekarang kamu sudah tau kan berapa modal yang kamu butuhkan untuk bisa membeli 1 lot saham perusahaan? Yang tidak kalah penting, jika modal awal kamu terbatas, tentunya kamu juga harus menggunakan sekuritas dengan setoran awal yang rendah atau bahkan gratis. Ada beberapa sekuritas yang tidak memerlukan setoran awal yang tinggi, seperti di Ajaib Sekuritas, kita bahkan bisa membuka Rekening Saham (Akun RDN) tanpa harus langsung mengisi saldo. Jadi, kamu bisa terlebih dahulu membuka Rekening Saham sebagai salah satu persiapan kamu berinvestasi saham, sembari kamu terus memperdalam ilmu investasimu.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Bagi kamu yang masuk ke laman ini melalui jalur search engine, dan mungkin belum membaca materi lainnya, bisa langsung menuju ke laman belajar saham untuk pemula, untuk memahami dasar-dasar berinvestasi saham dengan bahasa yang lebih sederhana secara urut. Kamu bisa klik gambar di bawah ini untuk langsung menuju laman Belajar Investasi Saham Untuk Pemula.

BELAJAR INVESTASI SAHAM PEMULA

 

Ada yang ingin ditanyakan?