ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Mengenal Saham Blue Chip, Saham Rekomendasi Untuk Pemula

Mengenal Saham Blue Chip
Saham Rekomendasi Untuk Pemula

Sebagai seorang investor saham pemula, pastinya kita tidak begitu saja bisa membeli saham dengan mudah. Artinya kita akan dihadapkan pada situasi tertentu yang bisa menjadi rumit, seperti “mau beli saham apa ya?”, “Perusahaan ini bagus enggak ya? pengen beli sahamnya nih”, dan keraguan-keraguan lain ketika memilih emiten atau perusahaan yang akan menjadi tujuan untuk kita menanamkan modal. Apakah nantinya langkah yang kita ambil tepat dan mampu memberikan keuntungan untuk kita?

Mengenal Saham Blue Chip Saham Rekomendasi Untuk Investor Pemula

Ketika ingin berinvestasi saham, tentunya kita tidak boleh arogan. Minimal, fundamental harus sudah kita kantongi, dan kita tau bahwa sebuah perusahaan sudah jelas bagus dan mustahil akan bangkrut dalam waktu dekat, dengan melihat data-data yang ada. Dengan begitu, kita lebih memiliki kans besar untuk mendapatkan keuntungan jika membeli sahamnya, hanya masalah waktu saja. Itulah pentingnya fundamental dan mindset jangka panjang menjadi prioritas utama ketika kamu mulai berinvestasi saham.

Hati-hati dalam membeli saham perusahaan, hindari membeli saham sembarangan atau tanpa perhitungan dan analisa sama sekali apalagi hanya berdasarkan kata orang atau ikut-ikutan ingin cuan, hingga terjebak di saham-saham gorengan (saham yang telah diolah pihak-pihak tertentu, agar sahamnya ramai dan banyak yang tertarik membelinya sehingga harga bergerak sesuai dengan keinginan). Untuk investor ritel pemula, tentunya harus mempelajari dan mengerti terlebih dahulu seluk beluk pasar modal dan masuk ke perusahaan yang bagus atau unggulan untuk mengawalinya, ini penting agar pemula, kalau secara bahasa gaulnya tidak “kena mental” ketika mulai berinvestasi saham.

Kaitannya dengan saham perusahaan, sebenarnya ada beberapa perusahaan yang cocok untuk investor ritel pemula dengan profil resiko yang rendah hingga menengah. Ini yang kemudian kita lengkapi dengan penguasaan pedoman-pedoman lain seperti analisis teknikal, money management, hingga psikologi dalam berinvestasi, dan menjadi sebuah paket yang tepat untuk lebih meminimalisir resiko kerugian.

Ada beberapa jenis saham yang wajib kamu tau terlebih dahulu, sebagai gambaran untuk kamu agar bisa menentukan langkahmu selanjutnya, kemanakah dana kamu akan kamu investasikan dalam bentuk lembaran saham? Salah satu jenis saham ini merupakan saham rekomendasi untuk pemula yang ingin masuk untuk pertama kalinya, di investasi saham.

Pada dasarnya, jenis saham di bagi menjadi 3 kategori, yaitu saham lapis satu (first liner), saham lapis dua (second liner), dan saham lapis tiga (third liner), pengkategorian tersebut didasarkan pada besaran nilai kapitaisasi pasar (market cap). Di antara ketiga jenis saham tersebut, saham lapis satu adalah saham yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar yaitu di atas 10 Triliun. Nah, di sini saya hanya akan membahas saham first liner saja ya, karena saham lapis satu inilah yang tidak lain adalah Saham Blue Chip, atau saham unggulan yang tentunya menjadi rekomendasi saham terbaik untuk pemula dalam memulai investasinya di pasar modal.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Secara bahasa yang sederhana, Saham Blue Chip adalah saham unggulan dari perusahaan yang bagus dan sehat, dimana perusahaan selalu mencatat keuntungan yang bagus dan cederung stabil atau memiliki kondisi keuangan yang baik. Produk atau jasa di sektor industrinya, sudah sejak lama diterima oleh masyarakat umum dalam skala nasional. Dengan kata lain merupakan perusahaan besar dan biasanya familiar (walau tidak semua) di telinga kita dan hadir dalam kehidupan kita sehari-hari karena memang produk atau jasanya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat secara luas. Emiten Blue Chip juga sudah cukup lama melantai di bursa, setidaknya lebih dari 5 tahun ikut meramaikan pasar modal di Indonesia.

Istilah Blue Chip sendiri pertama kali digunakan di Amerika Serikat, mengadopsi dari permainan Poker, dimana chip berwarna biru memiliki nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan chip berwarna lain. Maka untuk menggambarkan saham perusahaan dengan nilai yang paling baik, digunakanlah istilah Blue Chip.

Saham Blue Chip dianggap sebagai saham perusahaan yang paling aman dan cenderung lebih menguntungkan dibandingkan dengan saham lapis dua dan tiga. Perusahaan juga rajin membagikan dividen (bagi hasil keuntungan perusahaan) kepada para pemegang sahamnya dengan nilai dividen yang cukup besar. Sehingga Saham Blue Chip ini merupakan saham unggulan yang cocok bagi pemula yang ingin memulai berinvestasi saham, dengan memilih Saham Blue Chip, setidaknya kemungkinan untuk mengalami kerugian lebih kecil jika dibandingkan dengan saham lapis dua maupun lapis tiga dan bukan tidak mungkin, dalam jangka panjang justru memberikan return yang bagus.

Saham Blue Chip, sekali lagi, merupakan saham yang cocok bagi pemula yang ingin masuk untuk pertama kalinya di investasi saham atau untuk pertama kalinya ingin membeli saham perusahaan, dengan harapan investasi yang dilakukan oleh para pemula masuk ke dalam zona yang lebih aman.

Saham Blue Chip Bank BCA

Nah, jika saat ini kamu memiliki modal atau uang dingin yang ingin kamu investasikan, katakanlah Rp 15.000.000,-, belilah saham blue chip secara bertahap, artinya kamu jangan langsung membelinya full modal, saya contohkan kamu mengalokasikan Rp 3.000.000,- terlebih dahulu untuk pembelian pertama, agar kamu punya sisa modal untuk antisipasi ketika harga saham turun atau anjlok kamu bisa melakukan averaging dengan membeli kembali saat harga lebih rendah dengan sisa modal yang ada, sehingga rata-rata harga belinya menjadi bagus.

Harga saham tentunya naik turun, tidak ada saham yang harganya naik terus atau turun terus menerus, saham blue chip pun tetap bisa turun atau anjlok, akan tetapi saham blue chip juga merupakan saham yang paling cepat untuk naik kembali. Saham blue chip juga lebih tahan banting ketika terjadi krisis ekonomi dan semacamnya, dan mampu untuk segera pulih setelah lewat masa krisis.

Karena memiliki kapitalisasi pasar yang besar, saham blue chip juga menjadi penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks LQ45, dengan kata lain pergerakan IHSG besar dipengaruhi oleh Saham Blue Chip. Contoh Saham Blue Chip atau beberapa emiten yang masuk kategori Saham Blue Chip antara lain :

  • PT. Bank Central Asia Tbk – (BBCA)
  • PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk – (BBRI)
  • PT. Bank Mandiri Persero Tbk – (BMRI)
  • PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk – (BBNI)
  • PT. Gudang Garam Tbk – (GGRM)
  • PT. HM Sampoerna Tbk – (HMSP)
  • PT. Unilever Indonesia Tbk – (UNVR)
  • PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk – (ICBP)
  • PT. Telkom Indonesia Persero Tbk – (TLKM)
  • PT. Aneka Tambang Tbk – (ANTM)
  • PT. Perusahaan Gas Negara Tbk – (PGAS)
  • PT. Astra International Tbk – (ASII)

Dan masih ada beberapa perusahaan lainnya yang masuk dalam daftar kategori Saham Blue Chip yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Saham Blue Chip juga konsisten menghuni Indeks LQ45, apa itu Indeks LQ45? Akan ada pembahasannya juga di artikel lain ya. Untuk saham Blue Chip ini cocok jika kamu ingin menerapkan Dollar Cost Averaging ketika memulai investasi saham.

Jadi bagaimana? Sudah belajar investasi saham dan siap membeli saham untuk pertama kalinya? Jika belum menguasai seluk beluk pasar modal bisa mulai belajar terlebih dahulu sedikit demi sedikit, kamu bisa masuk ke laman belajar investasi saham untuk pemula yang bisa kamu akses melalui link di bawah ini, kamu akan belajar memahami investasi saham secara urut dari pembahasan paling sederhana terlebih dahulu dengan bahasa yang juga lebih sederhana. Karena sifatnya kita belajar bersama, kamu juga bisa kok memberikan masukan melalui tombol whatsapp yang ada di pojok kanan bawah, sebagai bentuk interaksi dan bertukar pikiran.

Belajar Investasi Saham Untuk Pemula

Average Down Dan Average Up, Jangan Beli Saham Full Modal!

Average Down dan Average Up
Jangan Beli Saham Full Modal!

Average Down Dan Average Up, Jangan Beli Saham Full Modal

Teruntuk pemula yang belum lama ikut meramaikan pasar modal Indonesia, harus lebih bersabar ya, karena memang proses yang harus kamu lalui tentunya masih sangat panjang. Masih banyak hal yang harus kamu pelajari dan pahami, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling sulit sekalipun. Termasuk bagaimana kita akan memperlakukan modal investasi kita, tentunya agar bisa memberikan return yang bagus.

Seorang investor pemula sering dikaitkan dengan keterbatasan modal yang akan mereka investasikan dan seringkali pemula membelanjakan habis modalnya untuk berbelanja saham dalam sekali order, hal ini sangat sering dijumpai di kalangan investor pemula dengan istilah “beli saham all in”. Ujung-ujungnya mereka mengalami floating loss (nyangkut) di posisi harga beli saham yang tinggi tanpa bisa berbuat apa-apa lagi, kecuali cutloss (menjual rugi) atau menunggu dalam jangka waktu yang mungkin sangat lama hingga harga saham kembali naik.

Padahal, jika ketika itu mereka tidak full modal, masih ada yang bisa kita lakukan dari sisa modal yang ada. Nah, sisa modal kita bisa digunakan untuk Averaging Down maupun Averaging Up. Average Down & Average UP ini wajib kamu pahami terlebih dahulu ketika kamu mulai berinvestasi saham ya. Lalu apa sih sebenarnya Average Down dan Average Up itu? Langsung saja kita simak ya.

Average Down Dan Average Up, Jangan Beli Saham Full Modal

Average Down

Average Down yaitu menambah jumlah lembar saham di harga yang lebih rendah, artinya kita membeli lagi lembar saham ketika harga saham turun, sehingga harga beli kita (semula) akan dirata-rata dengan harga beli terbaru. Misal, kita membeli saham emiten ABCD dengan harga per lembar Rp 1000,- sejumlah 1 lot, ternyata setelah beberapa waktu harga sahamnya justru anjlok ke angka Rp 500,-, kemudian kita membeli lagi dengan jumlah lot yang sama di harga Rp 500,-. Maka, Average Price kita menjadi Rp 750,- dengan jumlah 2 lot. Perhitungan rata-rata ini sudah otomatis dikalkulasikan oleh sekuritas yang kamu gunakan ya, jadi tidak perlu bingung jika jumlah lot tidak sama, dan harga tidak bulat. Namun perlu diingat, Averaging Down juga tidak bisa sembarang kamu terapkan ya, tentunya kamu harus mengerti teknikal analisis untuk menemukan area support, yang artinya harga saham sudah berada di harga paling bawah yang berpotensi akan dipantulkan di area support. Mengapa? Karena percuma jika kita melakukan Averaging Down ketika ternyata harga sahamnya masih berpotensi turun. Sederhananya kita mencari titik maksimal penurunan harga saham, disitulah kita melakukan Averaging Down.

Average UP

Sedangkan untuk Average Up, merupakan kebalikan dari Average Down, yaitu kita menambah jumlah lembar saham atau membeli saham lagi ketika harganya naik. Karena kita membeli lagi di harga yang lebih tinggi, otomatis Average Price kita akan naik ya, jadi hati-hati, pastikan kita melakukan Averaging UP hanya ketika harga saham benar-benar dalam trend bullish atau naik dan dalam sentimen pasar yang bagus. Jangan sampai nih, kita melakukan Averaging Up dan Average Price kita sudah naik, namun harga saham justru kemudian mengalami penurunan atau anjlok.

Jadi, dalam melakukan Averaging Down maupun Averaging Up kita tetap harus memperhatikan pasar dari sisi teknikal maupun fundamental ya, sehingga hasilnya bisa maksimal, yang artinya kita akan mendapatkan Average Price terbaik yang nantinya mampu memberikan return yang maksimal.

Itulah sebabnya, kita perlu menyiasati modal investasi yang kita miliki ketika berinvestasi saham, apalagi untuk pemula wajib hukumnya untuk tidak membelanjakannya full modal. Konsepnya adalah, agar kita memiliki sisa modal untuk berjaga-jaga dan bisa kita gunakan untuk memperbaiki portofolio. Tentunya beda cerita jika kamu tergolong investor profesional dan agresif, yang sudah memiliki strategi sendiri yang memang terbukti bisa memberikan keuntungan.

Di beberapa sekuritas sudah tersemat fitur persentase pembelanjaan modal kita yang ada di saldo RDN, seperti di Ajaib Sekuritas, salah satu sekuritas kekinian yang sangat cocok digunakan untuk para investor pemula. Artinya, Ajaib Sekuritas sendiri secara tidak langsung mengajarkan usernya untuk tidak berbelanja full modal dengan adanya fitur persentase pembelanjaan modal dihalaman order.

Average Down Dan Average Up, Jangan Beli Saham Full Modal

Di halaman order saham Ajaib Sekuritas, kamu bisa langsung mengisi jumlah lot yang akan kamu beli, atau memilih persentase dari modal yang ada di saldo RDN kamu, 25%, 50%, 75%, atau 100%. Nantinya jumlah lot akan otomatis menyesuaikan. Sebagai informasi, Ajaib Sekuritas ini merupakan sekuritas kekinian yang cocok untuk pemula karena memiliki tampilan antarmuka (user interface) yang bagus namun sederhana dan mudah dipahami.

Average Down dan Average Up ini berbeda dengan Dollar Cost Averaging (DCA). DCA merupakan strategi tersendiri untuk situasi dan kondisi yang berbeda. Seperti apa penjelasan mengenai DCA ini akan ada di next konten ya, strategi DCA ini juga cukup bagus untuk diterapkan oleh mereka yang ingin berinvestasi saham namun memiliki penghasilan atau gaji yang minim, dan menjadi strategi yang dianjurkan oleh bapak investasi dunia Waren Buffett.

Nah, sekarang kamu sudah tau kan apa itu Average Down dan Average Up? Jangan beli saham full modal ya, untuk memastikan kamu tetap bisa berbuat sesuatu ketika harga saham bergerak diluar analisa dan perkiraanmu, bagi pemula ini sangat penting untuk diterapkan apalagi ketika berada di posisi floating loss yang cukup dalam, namun sebenarnya saham perusahaanya bagus dan memiliki potensi memberikan keuntungan yang bagus dalam jangka panjang.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Cara Mudah Membeli Saham Untuk Pemula

CARA MUDAH
MEMBELI SAHAM UNTUK PEMULA

Pengin investasi saham? Tapi tidak tau bagaimana sih caranya untuk bertransaksi/jual-beli saham? Pertanyaan tersebut pasti akan muncul terutama bagi pemula yang mulai tertarik dengan investasi pasar modal di indonesia. Saham sebagai salah satu instrumen investasi saat ini memang kian diminati, terlihat dengan semakin banyaknya investor ritel, apalagi didukung dengan semakin mudahnya bertransaksi di era digital seperti sekarang. Selain itu efek pandemi yang membuat sektor riil terpuruk, membuat banyak orang mencari peruntungan lain, salah satunya di pasar modal.

BELAJAR INVESTASI SAHAM

Pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang mendapat perhatian lebih oleh banyak orang di era pandemi covid 19. Anjloknya harga saham akibat pandemi, direspon berbeda menjadi sebuah momentum atau potensi karena jika berkaca dari krisis 2008, pasar modal yang terpuruk mampu membaik dan justru mencatatkan All Time High. Krisis justru menjadi titik masuk yang baik bagi orang-orang yang mau membeli saham.

Tidak butuh waktu lama, memang kondisi pasar modal akibat pandemi bisa kembali membaik hingga di Kuartal IV 2020, seperti indeks saham BUMN20 yang mampu naik 25% sejak posisi penutupan akhir Kuartal III 2020. Di waktu itu pula banyak sekali orang/influencer dan bahkan forum investasi/kelas-kelas digital yang memperbincangkan dan mempromosikan saham sebagai instrumen investasi yang menjanjikan, arus informasi di media sosial juga turut berperan memberikan pengaruh dan mendongkrak minat berinvestasi saham.

Alhasil, investor ritel mulai tumbuh dengan pesat, tak terkecuali mereka yang belum tau sama sekali namun di pikirannya sudah terbesit keinginan untuk mulai berinvestasi saham. Namun, sebagai pemula tentunya tidak mudah bagi mereka untuk memulainya, ada banyak aspek yang harus dipahami dan diperhatikan agar investasi tidak berujung “buntung” bahkan terjebak dalam investasi bodong. Lalu, banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak dan pikiran mereka. Seperi salah satunya, pertanyaan yang paling sederhana, “bagaimana sih cara membeli saham itu?” dengan kata lain seperti apa sih mekanisme awal untuk bisa membeli saham?

Jika kamu adalah salah seorang yang memiliki pertanyaan yang sama, kita sudahi saja basa-basinya dan to the poin saja ya, untuk bisa membeli saham jaman sekarang itu sangat mudah. Seperti apa? Lanjut baca ya.

CARA MUDAH MEMBELI SAHAM

Bagi yang belum mengerti bagaimana sih bertransaksi atau jual beli saham dilakukan? Sebenarnya, semua orang sekarang bisa dengan mudah membeli dan menjual saham, bahkan cukup dengan menggunakan smartphone saja. Ya, kecanggihan teknologi jaman sekarang memang semakin memudahkan kita di banyak sisi kehidupan.

Untuk bisa bertransaksi saham, kita terlebih dahulu harus memiliki rekening saham atau akun RDN (Rekening Dana Nasabah) di sebuah perusahaan sekuritas. Ada banyak perusahaan sekuritas ternama di indonesia, seperti Mirae Asset Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, MNC Sekuritas dan masih banyak lagi. Saya sendiri memakai Mandiri Sekuritas yang proses membuka akunnya dulu harus ke KC Mandiri di kota saya.

Ya, dulu kita memang harus datang ke kantor perusahaan sekuritas, untuk membuka RDN, dengan proses yang cukup menyita waktu untuk mengisi berbagai formulir. Namun, seiring perkembangan jaman yang semakin canggih, untuk saat ini tidak perlu lagi, karena ada beberapa perusahaan sekuritas berbasis digital atau online yang proses administrasinya sudah full online. Tentunya perusahaan sekuritas ini sudah memiliki regulasi atau ijin ya, dari lembaga pengawas yang berwenang seperti salah satunya Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nah, salah satu perusahaan sekuritas yang cukup bagus dan sedang hits saat ini adalah Ajaib Sekuritas (Ajaib Investasi). Sekuritas berbasis digital ini mulai banyak digemari investor ritel pemula karena kemudahannya. Proses registrasi atau membuka RDN juga tentunya sudah full online tanpa harus ke kantor dan cukup melalui aplikasi Ajaib Sekuritas (Android/iOS). Proses registrasinya pun mudah, cukup mengisi data diri dan verifikasi data seperti kamu membuka akun-akun marketplace/bank/fintech lainnya. Untuk urusan regulasi, tentunya Ajaib ini sudah terdaftar di OJK.

Proses validasi atau verifikasi datanya sendiri berkisar antara 7-10 hari, ini waktu rata-rata hampir di semua perusahaan sekuritas dalam memvalidasi data calon nasabahnya. Setelah data kamu tervalidasi, kamu akan diberi notifikasi bahwa kamu sudah bisa mengisi saldo RDN untuk selanjutnya bisa memilih emiten dan mulai membeli saham semudah bertransaksi di marketplace.

“Tambahan : Di beberapa sekuritas ada pilihan Margin dan Non-Margin saat kita membuka RDN disarankan untuk memilih Non Margin, jika kita sepenuhnya menggunakan modal atau dana kita sendiri untuk berinvestasi.”

Cara Mudah Membeli Saham Pemula

Gambar di atas adalah contoh akun yang sudah terverifikasi dan siap atau bisa untuk membeli saham. Langkah selanjutnya kamu hanya perlu mengisi saldo atau Topup RDN kamu. Untuk Topup juga tidak sulit, semudah kamu Topup layanan e-wallet yang kamu pakai sehari-hari.

Selain saham, Investasi Reksadana Ajaib juga tersedia buat kamu yang ingin berinvestasi di Reksadana. Reksadana ini merupakan instrumen investasi yang cocok untuk kamu yang tidak mau pusing ketika berinvestasi, mengingat investasi seperti saham tentunya tidak mudah dalam menganalisa dan memilih emiten, apalagi untuk pemula. Reksadana bisa menjadi alternatif, semua dana yang kamu investasikan di Reksadana, sepenuhnya akan dikelola oleh manajer investasi dimana dana akan dialokasikan ke berbagai aset seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

“Ajaib Sekuritas bisa diibaratkan sebagai tempat jual beli saham. Sederhananya, Jika kita membeli produk atau barang kebutuhan sehari-hari secara online bisa kita lakukan di Marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lainnya, maka untuk membeli saham kita bisa melakukannya di Ajaib Sekuritas.”

Sebelum membeli saham, tentunya kamu juga sudah punya gambaran investasi terlebih dahulu ya, seperti teknikal dan fundamentalnya, barulah kamu bisa memilih saham dari emiten apa yang sesuai dengan analisa terbaik kamu. Artikel ini tidak bertujuan mengajak untuk asal-asalan dalam membeli saham, pastikan kamu sudah cukup bekal atau pengetahuan seperti analisa teknikal, analisa fundamental, manajemen keuangan, dan bahkan psikologi investasi. Ketika kamu sudah memiliki semua bekal yang dibutuhkan, sangat direkomendasikan, bahkan wajib hukumnya.

“Tambahan : Saham berbeda dengan produk derivatif lain seperti valuta asing, saham merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan, seseorang bahkan bisa mempertahankan (hold) saham perusahaan tertentu dalam jangka waktu yang sangat lama dan hidup dari Dividen (bagi hasil) dari keuntungan perusahaan per tahun (di luar Capital Gain yang berpotensi terus tumbuh). Menarik bukan? Bisa jadi rekomendasi kamu juga, untuk memilih emiten yang membagikan Dividen (karena tidak semua emiten membagikan dividen), jadi selain Capital Gain jangka panjang, kita juga mendapatkan Dividen.”

Nah bagi teman-teman yang bertanya-tanya, sekarang sudah tau kan bagaimana langkah awal untuk bisa membeli saham? Mudah kan? Lalu bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk berinvestasi saham? Kalau saya sih, iyes ya, hehehe, daripada kita boros berburu barang-barang flashsale yang sebenarnya barang tersebut tidak terlalu kita butuhkan, alangkah baiknya kita alokasikan sebagian dana kita untuk berinvestasi.

“Gaji saya kecil, apakah saya bisa berinvestasi saham?”

Bahkan untuk seseorang dengan gaji UMR pun bisa berinvestasi saham, ada beberapa rekayasa investasi saham dengan gaji minim yang menurut saya bagus untuk dipelajari, seperti Dollar Cost Averaging (DCA), syaratnya kamu hanya perlu berkomitmen untuk bisa menyisihkan gajimu per bulan, niscaya capital gain akan sangat jauh lebih besar ketimbang bunga dari uangmu yang mendekam di deposito. DCA ini sangat direkomendasikan untuk dipelajari.

Kembali ke Ajaib, Ajaib Sekuritas ini sangat cocok untuk kamu yang tidak mau ribet datang ke kantor sekuritas untuk membuka RDN. Menariknya, ada juga bagi-bagi saham gratis Ajaib Sekuritas loh, lumayan kan? Penasaran? Langsung saja kamu buka RDN di Ajaib Sekuritas, dan raih kesempatan mendapatkan saham gratis jika mendaftar melalui link di bawah artikel ini. Tidak ada alasan lagi untuk tidak berinvestasi sejak dini. Inget kata Pak Sandiaga Uno, “saya tidak akan bisa kaya tanpa investasi, salah satunya saham”.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas
 

"Tanpa kita sadari, Investasi membuat kita saving banyak, dan menikmatinya di masa depan"

©️aditiarahargian.com

DILARANG KERAS MENYALIN KONTEN TANPA IZIN!

Ada yang ingin ditanyakan?