ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Risiko Dalam Investasi Saham Yang Wajib Kamu Pertimbangkan

Risiko Dalam Investasi Saham
Yang Harus Kamu Pertimbangkan

Risiko Dalam Investasi Saham Yang Wajib Kamu Pertimbangkan

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham, ada beberapa risiko investasi saham yang wajib kamu pertimbangkan terlebih dahulu. Namanya investasi saham, tentunya selain berpotensi memberikan keuntungan, juga memiliki risiko kerugian yang harus kita sadari.

Tidak ada investasi yang tidak memiliki resiko, dan jika kamu menemukan ajakan investasi yang tidak memiliki resiko, justru kamu wajib waspada dan berhati-hati karena ada kecenderungan ajakan tersebut adalah investasi bodong atau abal-abal. Ya, resiko memang sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari dunia investasi, tak terkecuali di investasi saham. Hanya saja, ketika kita memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup dan bagus, maka akan meminimalisir risiko kerugian.

Untung dan rugi adalah hal yang wajar ketika berinvestasi, khususnya saham. Jika tidak ada risiko kerugian tentunya semua orang bisa kaya dengan berinvestasi. Nah, berikut ini ada beberapa risiko dalam berinvestasi saham yang wajib kamu sadari, pahami, dan kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk terjun di investasi saham. Apa saja risikonya?

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Capital Loss

Capital loss dalam investasi saham merupakan kerugian karena harga jual per lembar saham yang lebih rendah dari harga belinya. Misal kamu membeli saham ABCD dengan harga per lembar Rp 2000,-, setelah beberapa waktu ternyata harganya turun menjadi Rp 1500,- per lembar, maka kamu mengalami Capital Loss Rp 500,- per lembar saham. Statusnya masih kerugian mengambang (floating loss) jika kamu belum menjual saham kamu, namun ketika kamu menjualnya, maka akan menjadi kerugian pasti (realized loss).

Suspensi

Suspensi sendiri merupakan kondisi dimana diberhentikannya perdagangan suatu saham dari emiten tertentu untuk alasan tertentu, seperti salah satunya pergerakan harga yang tidak wajar. Suspensi ini bisa berlangasung tidak lama (hitungan hari), namun juga bisa lama (hitungan bulan bahkan tahun) tergantung dari seberapa berat pelanggaran emiten. Perlu diingat, selama masa suspensi ini kita tidak akan bisa membeli maupun menjual sahamnya.

Delisting

Delisting merupakan kondisi dimana suatu saham emiten tertentu tidak dapat diperdagangkan lagi karena perusahaan sudah tidak tercatat atau ada penghapusan emiten atau perusahaan di bursa secara resmi. Ada 2 jenis Delisting, yaitu Delisting secara sukarela (Voluntary Delisting) dan Delisting secara paksa (Forced Delisting). Pastikan ketika kita ingin membeli saham, emiten atau perusahaannya bagus dan jauh dari isu dan potensi Delisting ya, karena tentunya kita akan merugi ketika sudah membeli sahamnya ternyata perusahaan itu justru dihapus dari pasar modal.

Emiten Pailit

Perusahaan telah dinyatakan bangkrut karena tidak bisa melunasi hutang. Jika sudah mengarah ke pailit, suatu emiten biasanya akan bertahap hinggap ke level suspensi dan bahkan kemudian Forced Delisting oleh bursa. Hingga dipastikan bangkrut, sesuai dengan aturan pencatatan saham bursa efek, pemegang saham mendapatkan prioritas terakhir atas hak klaim, setelah perusahaan melunasi kewajibannya kepada kreditur terlebih dahulu. Pailit ini salah satu momok yang cukup menakutkan di investasi saham, pertimbangkan untuk segera menjual saham yang kamu miliki jika ada kecenderungan emiten mengalami kesulitan keuangan. Contoh emiten berpotensi pailit seperti PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Saham Tidur

Saham bisa tidur? Ya, saham juga bisa tidur atau harga tidak bergerak sama sekali. Kondisi ini terjadi karena saham tidak aktif diperdagangkan dalam waktu yang lama sehingga harganya tidak bergerak. Saham tidur biasanya berada di level harga Rp 50,- per lembar saham atau istilah gaulnya di dunia investasi saham adalah “Saham Gocap”. Suatu saham emiten menjadi tidak aktif diperdagangkan karena biasanya bukan merupakan saham unggulan, dengan market cap yang kecil dan masuk kategori saham lapis tiga, sehingga tidak banyak investor yang tertarik. Ketika harga “Saham Gocap” mulai bergerak pun besar kemungkinan dipengaruhi oleh bandar, biasanya pergerakannya akan tiba-tiba naik signifikan dan setelah bandar keluar harga saham akan kembali merosot tajam hingga ke level Rp 50,- dan melanjutkan tidur panjangnya. Maka, bagi investor khususnya yang berorientasi jangka panjang, Saham Gocap sangat-sangat tidak menarik dan menjadi tidak aktif diperdagangkan.

Belajar Investasi Saham Untuk Pemula

Nah, beberapa risiko diatas sangat penting untuk kamu sadari dan pahami sebelum berinvestasi saham sehingga kamu tau apa saja kemungkinan yang akan dan bisa terjadi ketika kamu berinvestasi saham. Dengan begitu kamu bisa lebih berhati-hati dalam memilih saham dan terus membekali diri dengan pengetahuan penting terkait investasi saham. Kamu tidak bisa berinvestasi saham dengan mengesampingkan beberapa risiko tersebut ya.

Pemahaman yang luas tentang seluk beluk pasar modal bisa menjadi bekal kamu untuk meminimalisir risiko. Saham tentunya merupakan produk investasi yang memiliki risiko, maka sangat penting untuk kamu mempelajarinya terlebih dahulu sebelum memulai, ketika sudah mempelajarinya dengan matang kamu bisa memulai dan Do Your Own Risk. Pastikan kita berinvestasi dengan modal atau dana di luar kebutuhan pokok bahkan di luar dana tak terduga.

Jadi, sudah sejauh mana kamu belajar investasi saham? Jika kamu masuk ke konten ini melalui jalur search engine, dan mungkin masih sangat awam di dunia investasi saham, kamu bisa menuju laman belajar investasi saham untuk pemula (gratis), agar kamu bisa belajar secara urut, bisa kamu klik link ini ; Belajar Investasi Saham Untuk Pemula, atau bisa klik gambar di atas ya. Untuk materi selanjutnya kita akan membahas mengenai lot saham yang bisa kamu akses langsung artikel/kontennya dengan klik gambar di bawah ini. Selamat belajar!

1 LOT (100 LEMBAR SAHAM) MINIMAL PEMBELIAN LEMBAR SAHAM

Mengenal Saham Blue Chip, Saham Rekomendasi Untuk Pemula

Mengenal Saham Blue Chip
Saham Rekomendasi Untuk Pemula

Sebagai seorang investor saham pemula, pastinya kita tidak begitu saja bisa membeli saham dengan mudah. Artinya kita akan dihadapkan pada situasi tertentu yang bisa menjadi rumit, seperti “mau beli saham apa ya?”, “Perusahaan ini bagus enggak ya? pengen beli sahamnya nih”, dan keraguan-keraguan lain ketika memilih emiten atau perusahaan yang akan menjadi tujuan untuk kita menanamkan modal. Apakah nantinya langkah yang kita ambil tepat dan mampu memberikan keuntungan untuk kita?

Mengenal Saham Blue Chip Saham Rekomendasi Untuk Investor Pemula

Ketika ingin berinvestasi saham, tentunya kita tidak boleh arogan. Minimal, fundamental harus sudah kita kantongi, dan kita tau bahwa sebuah perusahaan sudah jelas bagus dan mustahil akan bangkrut dalam waktu dekat, dengan melihat data-data yang ada. Dengan begitu, kita lebih memiliki kans besar untuk mendapatkan keuntungan jika membeli sahamnya, hanya masalah waktu saja. Itulah pentingnya fundamental dan mindset jangka panjang menjadi prioritas utama ketika kamu mulai berinvestasi saham.

Hati-hati dalam membeli saham perusahaan, hindari membeli saham sembarangan atau tanpa perhitungan dan analisa sama sekali apalagi hanya berdasarkan kata orang atau ikut-ikutan ingin cuan, hingga terjebak di saham-saham gorengan (saham yang telah diolah pihak-pihak tertentu, agar sahamnya ramai dan banyak yang tertarik membelinya sehingga harga bergerak sesuai dengan keinginan). Untuk investor ritel pemula, tentunya harus mempelajari dan mengerti terlebih dahulu seluk beluk pasar modal dan masuk ke perusahaan yang bagus atau unggulan untuk mengawalinya, ini penting agar pemula, kalau secara bahasa gaulnya tidak “kena mental” ketika mulai berinvestasi saham.

Kaitannya dengan saham perusahaan, sebenarnya ada beberapa perusahaan yang cocok untuk investor ritel pemula dengan profil resiko yang rendah hingga menengah. Ini yang kemudian kita lengkapi dengan penguasaan pedoman-pedoman lain seperti analisis teknikal, money management, hingga psikologi dalam berinvestasi, dan menjadi sebuah paket yang tepat untuk lebih meminimalisir resiko kerugian.

Ada beberapa jenis saham yang wajib kamu tau terlebih dahulu, sebagai gambaran untuk kamu agar bisa menentukan langkahmu selanjutnya, kemanakah dana kamu akan kamu investasikan dalam bentuk lembaran saham? Salah satu jenis saham ini merupakan saham rekomendasi untuk pemula yang ingin masuk untuk pertama kalinya, di investasi saham.

Pada dasarnya, jenis saham di bagi menjadi 3 kategori, yaitu saham lapis satu (first liner), saham lapis dua (second liner), dan saham lapis tiga (third liner), pengkategorian tersebut didasarkan pada besaran nilai kapitaisasi pasar (market cap). Di antara ketiga jenis saham tersebut, saham lapis satu adalah saham yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar yaitu di atas 10 Triliun. Nah, di sini saya hanya akan membahas saham first liner saja ya, karena saham lapis satu inilah yang tidak lain adalah Saham Blue Chip, atau saham unggulan yang tentunya menjadi rekomendasi saham terbaik untuk pemula dalam memulai investasinya di pasar modal.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Secara bahasa yang sederhana, Saham Blue Chip adalah saham unggulan dari perusahaan yang bagus dan sehat, dimana perusahaan selalu mencatat keuntungan yang bagus dan cederung stabil atau memiliki kondisi keuangan yang baik. Produk atau jasa di sektor industrinya, sudah sejak lama diterima oleh masyarakat umum dalam skala nasional. Dengan kata lain merupakan perusahaan besar dan biasanya familiar (walau tidak semua) di telinga kita dan hadir dalam kehidupan kita sehari-hari karena memang produk atau jasanya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat secara luas. Emiten Blue Chip juga sudah cukup lama melantai di bursa, setidaknya lebih dari 5 tahun ikut meramaikan pasar modal di Indonesia.

Istilah Blue Chip sendiri pertama kali digunakan di Amerika Serikat, mengadopsi dari permainan Poker, dimana chip berwarna biru memiliki nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan chip berwarna lain. Maka untuk menggambarkan saham perusahaan dengan nilai yang paling baik, digunakanlah istilah Blue Chip.

Saham Blue Chip dianggap sebagai saham perusahaan yang paling aman dan cenderung lebih menguntungkan dibandingkan dengan saham lapis dua dan tiga. Perusahaan juga rajin membagikan dividen (bagi hasil keuntungan perusahaan) kepada para pemegang sahamnya dengan nilai dividen yang cukup besar. Sehingga Saham Blue Chip ini merupakan saham unggulan yang cocok bagi pemula yang ingin memulai berinvestasi saham, dengan memilih Saham Blue Chip, setidaknya kemungkinan untuk mengalami kerugian lebih kecil jika dibandingkan dengan saham lapis dua maupun lapis tiga dan bukan tidak mungkin, dalam jangka panjang justru memberikan return yang bagus.

Saham Blue Chip, sekali lagi, merupakan saham yang cocok bagi pemula yang ingin masuk untuk pertama kalinya di investasi saham atau untuk pertama kalinya ingin membeli saham perusahaan, dengan harapan investasi yang dilakukan oleh para pemula masuk ke dalam zona yang lebih aman.

Saham Blue Chip Bank BCA

Nah, jika saat ini kamu memiliki modal atau uang dingin yang ingin kamu investasikan, katakanlah Rp 15.000.000,-, belilah saham blue chip secara bertahap, artinya kamu jangan langsung membelinya full modal, saya contohkan kamu mengalokasikan Rp 3.000.000,- terlebih dahulu untuk pembelian pertama, agar kamu punya sisa modal untuk antisipasi ketika harga saham turun atau anjlok kamu bisa melakukan averaging dengan membeli kembali saat harga lebih rendah dengan sisa modal yang ada, sehingga rata-rata harga belinya menjadi bagus.

Harga saham tentunya naik turun, tidak ada saham yang harganya naik terus atau turun terus menerus, saham blue chip pun tetap bisa turun atau anjlok, akan tetapi saham blue chip juga merupakan saham yang paling cepat untuk naik kembali. Saham blue chip juga lebih tahan banting ketika terjadi krisis ekonomi dan semacamnya, dan mampu untuk segera pulih setelah lewat masa krisis.

Karena memiliki kapitalisasi pasar yang besar, saham blue chip juga menjadi penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks LQ45, dengan kata lain pergerakan IHSG besar dipengaruhi oleh Saham Blue Chip. Contoh Saham Blue Chip atau beberapa emiten yang masuk kategori Saham Blue Chip antara lain :

  • PT. Bank Central Asia Tbk – (BBCA)
  • PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk – (BBRI)
  • PT. Bank Mandiri Persero Tbk – (BMRI)
  • PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk – (BBNI)
  • PT. Gudang Garam Tbk – (GGRM)
  • PT. HM Sampoerna Tbk – (HMSP)
  • PT. Unilever Indonesia Tbk – (UNVR)
  • PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk – (ICBP)
  • PT. Telkom Indonesia Persero Tbk – (TLKM)
  • PT. Aneka Tambang Tbk – (ANTM)
  • PT. Perusahaan Gas Negara Tbk – (PGAS)
  • PT. Astra International Tbk – (ASII)

Dan masih ada beberapa perusahaan lainnya yang masuk dalam daftar kategori Saham Blue Chip yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Saham Blue Chip juga konsisten menghuni Indeks LQ45, apa itu Indeks LQ45? Akan ada pembahasannya juga di artikel lain ya. Untuk saham Blue Chip ini cocok jika kamu ingin menerapkan Dollar Cost Averaging ketika memulai investasi saham.

Jadi bagaimana? Sudah belajar investasi saham dan siap membeli saham untuk pertama kalinya? Jika belum menguasai seluk beluk pasar modal bisa mulai belajar terlebih dahulu sedikit demi sedikit, kamu bisa masuk ke laman belajar investasi saham untuk pemula yang bisa kamu akses melalui link di bawah ini, kamu akan belajar memahami investasi saham secara urut dari pembahasan paling sederhana terlebih dahulu dengan bahasa yang juga lebih sederhana. Karena sifatnya kita belajar bersama, kamu juga bisa kok memberikan masukan melalui tombol whatsapp yang ada di pojok kanan bawah, sebagai bentuk interaksi dan bertukar pikiran.

Belajar Investasi Saham Untuk Pemula

100 Ribu Bisa Beli Saham? Berapa Modal Membeli 1 Lot Saham?

100 RIBU BISA BELI SAHAM?
BERAPA MODAL MEMBELI 1 LOT SAHAM?

100 Ribu Bisa Beli Saham?

Seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelmunya tentang minimal pembelian lembar saham, kita tau bahwa untuk bisa memiliki saham suatu perusahaan, kita harus membelinya minimal 1 lot (100 lembar saham). Ketika suatu emiten menawarkan sahamnya dengan harga tertentu, misal Rp 5.000,-, ternyata kita tidak serta merta bisa memiliki saham emiten atau perusahaan tersebut dengan biaya hanya Rp 5.000,-, jangan salah ya, bukan berarti kita bisa membeli saham perusahaan tersebut dengan modal hanya 5000 rupiah saja, catat.

Mengapa bisa begitu? Tentunya karena harga saham yang tertera secara realtime adalah harga untuk satu lembar saham, sementara itu sesuai dengan aturan BEI, ada minimal pembelian lembar saham, yaitu 1 lot (100 lembar saham). Jadi, sebenarnya berapa sih biaya yang harus dikeluarkan atau modal untuk bisa membeli 1 lot saham perusahaan?

Apakah 100 Ribu Bisa Beli Saham?

Dengan 100 ribu rupiah kita sudah bisa membeli saham perusahaan, tapi disisi lain juga tidak bisa. Silahkan kamu simak ilustrasi berikut ini, yang akan memudahkan kamu untuk mengerti, apakah modal yang kamu miliki bisa untuk membeli 1 lot saham? Terutama untuk investor ritel pemula yang mungkin modalnya masih terbatas. Untuk ilustrasi saya tidak menggunakan harga saham realtime ya, agar memudahkan perhitungan, namun pembulatannya tidak jauh dari harga realtime.

ILUSTRASI 1

PT Gudang Garam Tbk, dengan kode emiten GGRM saat ini menawarkan sahamnya dengan harga per lembar Rp 30.000,- maka modal membeli 1 lot saham GGRM perhitungannya adalah sebagai berikut :

Minimal pembelian lembar saham  : 1 lot = 100 lembar

harga per lembar : Rp 30.000,-

Maka, modal untuk 1 lot saham GGRM : 100 lembar (1lot) x Rp 30.000,- = Rp 3.000.000,-

Di ilustrasi 1, ternyata Rp 100.000,- tidak bisa untuk membeli 1 lot saham GGRM, karena kamu membutuhkan Rp 3.000.000,- untuk bisa membeli 1 lot saham GGRM. Lanjut ilustrasi kedua.

ILUSTRASI 2

PT HM Sampoerna Tbk, dengan kode emiten HMSP saat ini menawarkan sahamnya dengan harga per lembar Rp 1.000,- maka modal membeli 1 lot saham HMSP perhitungannya adalah sebagai berikut :

Minimal pembelian lembar saham  : 1 lot = 100 lembar

harga per lembar : Rp 1.000,-

Maka, modal untuk 1 lot saham HMSP : 100 lembar (1lot) x Rp 1.000,- = Rp 100.000,-

Di ilustrasi 2, ternyata Rp 100.000,- bisa untuk membeli 1 lot saham HMSP, karena kamu hanya membutuhkan Rp 100.000,- untuk bisa membeli 1 lot saham HMSP.

ILUSTRASI 3

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dengan kode emiten WSKT saat ini menawarkan sahamnya dengan harga per lembar Rp 800,- maka modal membeli 1 lot saham WSKT perhitungannya adalah sebagai berikut :

Minimal pembelian lembar saham  : 1 lot = 100 lembar

harga per lembar : Rp 800,-

Maka, modal untuk 1 lot saham WSKT : 100 lembar (1lot) x Rp 800,- = Rp 80.000,-

Di ilustrasi 3, ternyata Rp 100.000,- juga bisa untuk membeli 1 lot saham WSKT, karena kamu hanya membutuhkan Rp 80.000,- untuk bisa membeli 1 lot saham WSKT.

Setelah melihat ilustrasi sederhana diatas, bisa kita simpulkan ternyata modal untuk mendapatkan 1 lot saham perusahaan itu relatif, tergantung dari harga per lembar sahamnya, sehingga jika banyak yang mengatakan modal 100 ribu bisa investasi saham, ya memang bisa, tapi terbatas pada saham perusahaan yang harga per lembarnya jika diakumulasikan ke 1 lot (100 Lembar), totalnya tidak lebih dari 100 ribu rupiah.

Total modal pada ilustrasi di atas belum termasuk fee sekuritas ya, seperti yang sudah di jelaskan di materi tentang perusahaan sekuritas, ada fee sekuritas untuk setiap transaksi jual beli saham, jumlahnya tidak besar kok, untuk fee beli hanya di kisaran 0,15%-0,19%, sedangkan fee jual antara 0,25%-0,29%, dari total transaksi, tergantung dari sekuritas yang kamu gunakan.

Tenang saja, saat ini ada banyak sekali emiten/perusahaan yang harga saham per lembarnya cukup terjangkau, dan bisa kamu analisa fundamentalnya untuk dijadikan pilihan kamu berinvestasi saham. Bahkan perusahaan-perusahaan tersebut masuk ke dalam jajaran Saham Blue Chip (unggulan) atau saham lapis satu, cocok untuk investor pemula yang menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang tentunya membeli saham secara bertahap dengan jumlah pembelian yang kecil. Saham Blue Chip dan strategi DCA ini akan ada pembahasannya di artikel selanjutnya.

Jadi, sekarang kamu sudah tau kan berapa modal yang kamu butuhkan untuk bisa membeli 1 lot saham perusahaan? Yang tidak kalah penting, jika modal awal kamu terbatas, tentunya kamu juga harus menggunakan sekuritas dengan setoran awal yang rendah atau bahkan gratis. Ada beberapa sekuritas yang tidak memerlukan setoran awal yang tinggi, seperti di Ajaib Sekuritas, kita bahkan bisa membuka Rekening Saham (Akun RDN) tanpa harus langsung mengisi saldo. Jadi, kamu bisa terlebih dahulu membuka Rekening Saham sebagai salah satu persiapan kamu berinvestasi saham, sembari kamu terus memperdalam ilmu investasimu.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Bagi kamu yang masuk ke laman ini melalui jalur search engine, dan mungkin belum membaca materi lainnya, bisa langsung menuju ke laman belajar saham untuk pemula, untuk memahami dasar-dasar berinvestasi saham dengan bahasa yang lebih sederhana secara urut. Kamu bisa klik gambar di bawah ini untuk langsung menuju laman Belajar Investasi Saham Untuk Pemula.

BELAJAR INVESTASI SAHAM PEMULA

 

Ada yang ingin ditanyakan?