ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Apa Saja Risiko Dalam Investasi Saham?

Apa Saja Risiko Dalam Investasi Saham?

Apa Saja Risiko Dalam Investasi Saham?

Investasi yang sebenarnya merupakan kegiatan finansial yang positif sejatinya tetap memiliki risiko yang mungkin saja akan dihadapi atau ditemui oleh investor, apalagi bagi mereka yang masih pemula. Tak terkecuali di investasi saham, dimana saham sendiri merupakan instrumen investasi yang tentu saja tetap memiliki risiko.

Pada dasarnya, semua jenis investasi memang membawa serta risiko didalamnya, kecuali untuk kategori free risk seperti obligasi. Maka dalam memulai investasi, khususnya saham, kita perlu memiliki bekal yang cukup untuk meminimalisir potensi kerugian. Dengan kata lain kita memiliki manajemen risiko untuk mengontrol progres investasi yang kita jalankan.

Nah berikut ini ada beberapa risiko dalam investasi saham yang wajib kamu pertimbangkan dan pahami, tentunya dengan memahami itu, menjadikan kita sadar bahwa kita harus memiliki kiat-kiat khusus, atau strategi yang bisa meminimalisir risiko yang ada. Apa saja sih risiko dalam investasi saham itu? Silahkan simak berikut ini. Baca selengkapnya…

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Hukum Supply And Demand Dalam Investasi Saham

Hukum Supply and Demand
Dalam Investasi Saham

Hukum Supply And Demand Dalam Investasi Saham

Supply and Demand memang suatu istilah yang sangat kental dengan ilmu ekonomi. Pada dasarnya, supply and demand memang merupakan teori dalam ekonomi atau hukum ekonomi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam bahasa sehari-hari kita, supply and demand dikenal dengan hukum permintaan dan penawaran. Supply sendiri merupakan penawaran, dan demand merupakan permintaan.

Di kehidupan sehari-hari kita, khususnya di bidang perdagangan, supply and demand menjadi faktor penentu atas pergerakan harga suatu barang tertentu. Dimana ketika demand lebih tinggi dari supply, maka harga barang tertentu akan mengalami kenaikan, dan ketika supply lebih tinggi dari demand maka harga barang cenderung menurun. Contoh sederhana bisa kita lihat di kasus masker atau tabung oksigen di era pandemi covid 19, dimana jumlah permintaan (demand) terhadap masker/tabung oksigen yang meningkat, namun tidak diimbangi dengan ketersedian stok barang (supply), sehingga harga masker/tabung oksigen sempat melonjak.

Saya kira, hukum permintaan dan penawaran ini sudah banyak orang yang memahaminya, karena konsep dasarnya mudah dimengerti, ketika permintaan lebih tinggi maka harga akan naik, ketika penawaran lebih tinggi maka harga akan turun. Lalu apa hubungannya Supply and Demand ini dengan investasi saham?

Mengapa Harga Saham Naik Turun?

Kita yang baru memasuki dunia investasi khususnya saham, atau bisa dikatakan pemula, pastinya sempat berpikir atau bertanya-tanya, kenapa ya harga saham bisa naik turun? Kenapa saham ABCD harganya melejit? Dan kenapa harga saham EFGH harganya anjlok? Pada dasarnya jual beli saham tidak berbeda dengan jual beli barang pada umumnya, maka yang mempengaruhi naik turunnya harga saham tertentu ya tidak lain adalah adanya Supply and Demand. Ya, hukum permintan dan penawaran berlaku juga di pasar modal. Jadi, kalian harus memahami juga konsep Supply and Demand ini sebelum terjun di investasi saham ya.

Ilustrasinya begini, harga saham ABCD dalam beberapa hari mengalami kenaikan yang cukup signifikan, itu artinya banyak yang ingin membeli saham ABCD dikarenakan saham tersebut kemungkinan dalam sentimen positif, berita baik, atau laporan keuangan yang bagus, sehingga banyak investor yang ingin membeli saham tersebut, menyebabkan permintaan yang tinggi sehingga harga saham mengalami kenaikan. Sebaliknya, saham EFGH dalam keterpurukan karena catatan keuangan yang kurang bagus atau sektor industri emiten yg sedang melemah di era pandemi, sehingga harganya anjlok, ini bisa diartikan banyak yang ingin menjual saham EFGH sehingga penawaran/supply (jumlah lot yang ingin dijual investor) tinggi, maka harga mengalami penurunan yang tajam.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Jadi, dalam transaksi pasar modal kita memang perlu memperhatikan keberadaan atau banyaknya, “investor yang ingin membeli” dan “investor yang ingin menjual”, merekalah para pelaku pasar modal yang mempengaruhi kondisi naik atau turunnya haga saham. Supply and Demand secara sederhana dapat dilihat dari chart, dimana candlestick hijau (harga naik) mewakili demand atau banyak permintaan beli saham, sedangkan candlestick berwarna merah (harga turun) menggambarkan kondisi banyak penawaran/supply atau orang yang menjual saham.

Selain dari candlestick chart, analisa supply and demand juga bisa kita lakukan melalui bid dan offer di kolom order book. Melalui bid dan offer kita bisa memperkirakan apakah suatu saham sedang banyak permintaan beli atau penawaran jual. Nah, apa sih bid dan offer itu? Silahkan simak penjelasan lanjutannya setelah artikel ini ya, atau bisa kamu klik gambar di bawah ini untuk menuju TKP.

Bid dan Offer Dalam Transaksi Saham

Risiko Dalam Investasi Saham Yang Wajib Kamu Pertimbangkan

Risiko Dalam Investasi Saham
Yang Harus Kamu Pertimbangkan

Risiko Dalam Investasi Saham Yang Wajib Kamu Pertimbangkan

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham, ada beberapa risiko investasi saham yang wajib kamu pertimbangkan terlebih dahulu. Namanya investasi saham, tentunya selain berpotensi memberikan keuntungan, juga memiliki risiko kerugian yang harus kita sadari.

Tidak ada investasi yang tidak memiliki resiko, dan jika kamu menemukan ajakan investasi yang tidak memiliki resiko, justru kamu wajib waspada dan berhati-hati karena ada kecenderungan ajakan tersebut adalah investasi bodong atau abal-abal. Ya, resiko memang sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari dunia investasi, tak terkecuali di investasi saham. Hanya saja, ketika kita memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup dan bagus, maka akan meminimalisir risiko kerugian.

Untung dan rugi adalah hal yang wajar ketika berinvestasi, khususnya saham. Jika tidak ada risiko kerugian tentunya semua orang bisa kaya dengan berinvestasi. Nah, berikut ini ada beberapa risiko dalam berinvestasi saham yang wajib kamu sadari, pahami, dan kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk terjun di investasi saham. Apa saja risikonya?

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Capital Loss

Capital loss dalam investasi saham merupakan kerugian karena harga jual per lembar saham yang lebih rendah dari harga belinya. Misal kamu membeli saham ABCD dengan harga per lembar Rp 2000,-, setelah beberapa waktu ternyata harganya turun menjadi Rp 1500,- per lembar, maka kamu mengalami Capital Loss Rp 500,- per lembar saham. Statusnya masih kerugian mengambang (floating loss) jika kamu belum menjual saham kamu, namun ketika kamu menjualnya, maka akan menjadi kerugian pasti (realized loss).

Suspensi

Suspensi sendiri merupakan kondisi dimana diberhentikannya perdagangan suatu saham dari emiten tertentu untuk alasan tertentu, seperti salah satunya pergerakan harga yang tidak wajar. Suspensi ini bisa berlangasung tidak lama (hitungan hari), namun juga bisa lama (hitungan bulan bahkan tahun) tergantung dari seberapa berat pelanggaran emiten. Perlu diingat, selama masa suspensi ini kita tidak akan bisa membeli maupun menjual sahamnya.

Delisting

Delisting merupakan kondisi dimana suatu saham emiten tertentu tidak dapat diperdagangkan lagi karena perusahaan sudah tidak tercatat atau ada penghapusan emiten atau perusahaan di bursa secara resmi. Ada 2 jenis Delisting, yaitu Delisting secara sukarela (Voluntary Delisting) dan Delisting secara paksa (Forced Delisting). Pastikan ketika kita ingin membeli saham, emiten atau perusahaannya bagus dan jauh dari isu dan potensi Delisting ya, karena tentunya kita akan merugi ketika sudah membeli sahamnya ternyata perusahaan itu justru dihapus dari pasar modal.

Emiten Pailit

Perusahaan telah dinyatakan bangkrut karena tidak bisa melunasi hutang. Jika sudah mengarah ke pailit, suatu emiten biasanya akan bertahap hinggap ke level suspensi dan bahkan kemudian Forced Delisting oleh bursa. Hingga dipastikan bangkrut, sesuai dengan aturan pencatatan saham bursa efek, pemegang saham mendapatkan prioritas terakhir atas hak klaim, setelah perusahaan melunasi kewajibannya kepada kreditur terlebih dahulu. Pailit ini salah satu momok yang cukup menakutkan di investasi saham, pertimbangkan untuk segera menjual saham yang kamu miliki jika ada kecenderungan emiten mengalami kesulitan keuangan. Contoh emiten berpotensi pailit seperti PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Saham Tidur

Saham bisa tidur? Ya, saham juga bisa tidur atau harga tidak bergerak sama sekali. Kondisi ini terjadi karena saham tidak aktif diperdagangkan dalam waktu yang lama sehingga harganya tidak bergerak. Saham tidur biasanya berada di level harga Rp 50,- per lembar saham atau istilah gaulnya di dunia investasi saham adalah “Saham Gocap”. Suatu saham emiten menjadi tidak aktif diperdagangkan karena biasanya bukan merupakan saham unggulan, dengan market cap yang kecil dan masuk kategori saham lapis tiga, sehingga tidak banyak investor yang tertarik. Ketika harga “Saham Gocap” mulai bergerak pun besar kemungkinan dipengaruhi oleh bandar, biasanya pergerakannya akan tiba-tiba naik signifikan dan setelah bandar keluar harga saham akan kembali merosot tajam hingga ke level Rp 50,- dan melanjutkan tidur panjangnya. Maka, bagi investor khususnya yang berorientasi jangka panjang, Saham Gocap sangat-sangat tidak menarik dan menjadi tidak aktif diperdagangkan.

Belajar Investasi Saham Untuk Pemula

Nah, beberapa risiko diatas sangat penting untuk kamu sadari dan pahami sebelum berinvestasi saham sehingga kamu tau apa saja kemungkinan yang akan dan bisa terjadi ketika kamu berinvestasi saham. Dengan begitu kamu bisa lebih berhati-hati dalam memilih saham dan terus membekali diri dengan pengetahuan penting terkait investasi saham. Kamu tidak bisa berinvestasi saham dengan mengesampingkan beberapa risiko tersebut ya.

Pemahaman yang luas tentang seluk beluk pasar modal bisa menjadi bekal kamu untuk meminimalisir risiko. Saham tentunya merupakan produk investasi yang memiliki risiko, maka sangat penting untuk kamu mempelajarinya terlebih dahulu sebelum memulai, ketika sudah mempelajarinya dengan matang kamu bisa memulai dan Do Your Own Risk. Pastikan kita berinvestasi dengan modal atau dana di luar kebutuhan pokok bahkan di luar dana tak terduga.

Jadi, sudah sejauh mana kamu belajar investasi saham? Jika kamu masuk ke konten ini melalui jalur search engine, dan mungkin masih sangat awam di dunia investasi saham, kamu bisa menuju laman belajar investasi saham untuk pemula (gratis), agar kamu bisa belajar secara urut, bisa kamu klik link ini ; Belajar Investasi Saham Untuk Pemula, atau bisa klik gambar di atas ya. Untuk materi selanjutnya kita akan membahas mengenai lot saham yang bisa kamu akses langsung artikel/kontennya dengan klik gambar di bawah ini. Selamat belajar!

1 LOT (100 LEMBAR SAHAM) MINIMAL PEMBELIAN LEMBAR SAHAM

Ada yang ingin ditanyakan?