ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Lebih Bagus Video Atau IGTV di Instagram?

Lebih bagus mana sih, antara video dengan IGTV di instagram? Mungkin kamu pernah bertanya tanya tentang ini ya?

Loh, kan IGTV juga video? Betul, sebelumnya, jika kamu belum tau perbedaan apa itu video dan IGTV, saya jelasin dulu nih.

Nah, untuk konten berbentuk video di instagram durasinya hanya 1 menit saja ya, bisa kita sebut juga dengan video pendek, sedangkan IGTV memang video juga, tapi video dengan durasi yang lebih panjang atau lebi dari 1 menit, nah ini akan masuk ke IGTV.

Perlu kamu ketahui, sebelum kamu memilih konten model video, kamu harus memastikan dulu nih,

Apakah niche / topik kamu dominan video?

Karena akan percuma kalau kamu niche yang kamu pilih ternyata dominan carousel tapi kamu justru memilih video. Kecuali di niche kamu tidak ada jenis konten yang dominan, atau sama rata antara single image, carousel, maupun video.

Lalu, mana yang lebih baik antara video / IGTV?

Menurut saya lebih baik video saja ya, karena untuk IGTV, sejauh pengalaman saya cenderung kurang bagus impresinya, alhasil dari segi jumlah views juga tidak sebanyak video pendek, hal ini tentunya kurang bagus untuk mengembangkan akun (bagi kamu yang sedang mengembangkan instagram).

Coba saja kamu test, kamu posting satu video dan satu IGTV, lalu bandingkan datanya, pasti impresi dan insight IGTV akan lebih jelek.

Namun saya percaya, pada perkembangannya nanti, IGTV bisa menjadi jenis konten yang powerfull juga. IGTV tentunya juga punya kelebihan seperti,

1. Durasi bisa lebih dari 1 Menit.

2. IGTV akan bisa di monetize ke depannya.

Jadi bukan tidak mungkin platform IGTV ini bisa punya masa depan yang bagus seperti halnya youtube juga loh. Nah, jika kamu mau coba keduanya, boleh kok.

Terlepas dari itu, konten video tentunya akan lebih sulit untuk kamu buat karena tentunya memakan waktu lama, dan sedikit banyak kamu harus menguasai ilmu editing video atau teknik-teknik videografi tertentu agar video kamu terlihat menarik. Walaupun pada kenyataannya tidak selalu seperti itu karena ada juga video yang biasa-biasa saja, namun karena isinya yang bermanfaat untuk orang banyak video tersebut bisa mendapatkan impresi yang bagus.

Semoga bermanfaat ya.

Kelas Instagram Organik

Rahasia Konten Instagram Yang Disukai Audiens

Sadarkah kamu, jika membuat konten di instagram itu tidak bisa sembarang loh. Khususnya buat kamu yang serius ingin mengembangkan instagram.

Nah, apakah kamu sendiri pernah bertanya-tanya? Konten apa seperti apa sih yang kira-kira bakal disukai audiens?

Masalah seperti ini bukan masalah yang di alami oleh kamu saja kok, tapi banyak orang yang ingin membuat konten di instagram juga mengalaminya, terutama bagi mereka yang baru memulai untuk mengembangkan instagram.

Salah satu tips yang bisa kamu terapkan adalah, dengan membaca data insight postingan kamu. Di data insight, kamu akan melihat mana konten yang menghasilkan Follow / Engagement paling tinggi. Kenapa melihat berdasarkan Engagement? Engagement sendiri kita dapatkan dari berapa unsur berikut :

Like + Komen + Share + Save 

Artinya kita bisa melihat seberapa suka audiens dengan konten-konten kita dari jumlah like, komen, share, maupun save. Baru dari sanalah kamu bisa membuat konten-konten yang serupa dengan konten yang memiliki engagement tertinggi.

Dari analisa saya, Follow / Engagement paling tinggi adalah konten-konten yang bisa langsung praktekkan dan contek oleh audiens, atau konten yang berisi hal-hal baru, dengan Headline bernuansa Curiosity / membuat orang penasaran.

Setelah kamu tau manakah konten kamu yang paling bagus Engagementnya, maka sebaiknya buatlah konten-konten dengan tipe seperti itu secara konsisten dan kamu cek kembali data insightnya secara berkala.

Terlihat sederhana dan simpel ya, tapi pada praktiknya kadang tidak berjalan mulus meskipun kita sudah mencoba membuat konten serupa dengan konten yang memiliki engagement paling tinggi, namun tetap saja tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhi dan tentunya harus kamu pelajari. Setidaknya, akan sedikit lebih baik jika kita melihat data insight kita sebagai acuan untuk membuat atau memperbaiki konten instagram kamu.

Semoga bermanfaat dan semoga kamu dapat banyak insight ya. Semangat.

Kelas Instagram Organik

Tidak Punya Bisnis, Butuh Personal Branding?

Akhir-akhir ini di instagram sedang ramai-ramainya istilah personal branding. Apakah kamu memperhatikannya juga? Yap, saat ini banyak konten-konten kreator baru bermunculan dengan tujuan salah satunya adalah untuk membentuk personal branding.

Mungkin sekarang kamu bertanya-tanya, “Saya kan tidak punya bisnis, apakah penting personal branding?”

Menurut salah satu praktisi instagram, Niko Julius ini sangat penting, mengapa kamu juga wajib memulai personal branding?

Karena, membangun personal branding itu butuh waktu yang tidak sebentar, tidak mingguan sampai bulanan saja. Bahkan untuk personal branding yang kuat bisa membutuhkan waktu tahunan.

Bayangkan juga jika kamu sudah memiliki personal branding, kamu sudah punya followersdan fans, yang artinya kamu sudah memiliki traffic yang sudah siap kamu jualin.

Bukankah itu akan menjadi lebih baik jika kamu nantinya berjualan atau menawarkan produk tetapi kamu tidak perlu mencari orang lagi untuk menjadi prospek penjualan?

Kamu juga tidak perlu lagi bingung untuk mencari apa yang ingin kamu jual, cukup melihat saja apa yang mereka butuhkan? Apa yang followers/fans kamu butuhkan? Secara tidak langsung, ini menjadi bisnis baru buat kamu bukan? Tanpa kamu harus mempunyai produk atau bisnis tertentu.

Justru karena kamu tidak mempunyai bisnis, kamu wajib membangun personal branding. Siapa tau karena kamu membangun personal branding, justru banyak bisnis baru yang akan datang ke kamu. Amin. Sangat menarik bukan?

Mulailah membangun personal branding kamu. Kamu bisa membangun personal branding kamu lewat social engine seperti youtube, hingga social media seperti instagram. Membuat konten di instagram tentunya lebih mudah ketimbang membuat video untuk konten youtube yang tentunya butuh keahlian videografi, editing dan lainnya yang memakan waktu lama. Bertahap saja, setelah kamu mampu membangun personal branding di instagram, kamu bisa membangun lagi di level yang lebih tinggi seperti youtube.

Untuk mempelajari bagaimana membangun personal branding kamu bisa mengikuti e-course pengembangan instagram atau Kelas Instagram Organik, salah satunya dari pakar instagram seperti Niko Julius, yang materinya padat dan mudah untuk dipahami.

Selamat membangun personal branding kamu ya, semoga informasi ini bermanfaat buat kamu.

Kelas Instagram Organik

Open chat
Ada yang ingin ditanyakan?