ADITIARAHARGIAN.COM

The Words of Life

Konsep Trading Menggunakan Robot – Waspada Investasi Bodong!

KONSEP TRADING MENGGUNAKAN ROBOT
WASPADA INVESTASI BODONG!

Konsep Trading Menggunakan Robot

Akhir-akhir ini memang sedang ramai diperbincangkan, soal investasi bodong berkedok robot trading yang memberikan iming-iming investasi dengan potensi keuntungan yang tinggi dan win rate tinggi bahkan memiliki win rate 100% yang menurut saya tidak masuk akal. Investasi bodong ini seperti sebuah penyakit kronis ya, sangat sulit untuk dihentikan dan terus-terusan menambah banyak jumlah korban.

Keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang kegiatan investasi atau trading, disinyalir juga menjadi penyebab investasi bodong seolah tumbuh subur, karena oknum tidak bertanggungjawab merasa pasarnya masih bagus. Namun disini saya tidak akan terlalu banyak mengusut soal investasi bodong, tentunya sudah ada pihak berwenang atau satgas investasi bodong yang jelas lebih berkompeten dan memiliki daya untuk memberantas investasi bodong.

Di sini saya hanya akan memberikan sedikit pengetahuan saya soal robot trading, seperti apa sih konsep trading atau investasi menggunakan robot itu? Mengapa ada robot trading? Apakah trading menggunakan robot itu menjanjikan? Tujuannya tentu agar masyarakat awam sedikit lebih tau konsep trading robot yang sebenarnya, agar tidak terjebak iming-iming investasi yang tidak masuk akal.

Mulai dari kegiatan investasi terlebih dahulu, investasi merupakan sebuah kegiatan yang sebenarnya positif, memiliki tujuan untuk mempertahankan atau bahkan mengembangkan aset yang kita miliki, sehingga memiliki nilai yang paling tidak “sama” atau bahkan lebih tinggi. Idealnya, kegiatan investasi harus kita kelola sendiri agar lebih aman, otomatis kita juga harus mempelajarinya untuk bisa melakukan pengelolaan investasi kita. Memang, kita juga bisa mempercayakan pihak tertentu untuk mengelola aset kita, namun terbatas pada manajer investasi yang memiliki kredibilitas dan diawasi oleh pihak atau lembaga yang berwenang. Jadi, tidak serta merta kita mempercayakan pihak lain untuk mengelola investasi kita. Catat ya, tidak serta merta kita bisa mempercayakan pihak atau orang lain untuk mengelola investasi kita. Lanjut ke soal robot ya.

Sebuah platform robot diciptakan tentunya untuk tujuan mempermudah pekerjaan manusia, walaupun tetap saja sebuah robot juga ciptaan manusia yang tetap memiliki kemungkinan mengalami kesalahan. Kaitannya dengan investasi, sebuah platform robot diciptakan untuk mempermudah kegiatan trading yang kita jalankan. Semula kita melakukan trading secara manual atau kendali penuh ada pada kita, mulai dari analisa pasar hingga pengambilan keputusan, namun dengan adanya robot semua kendali akan diambil alih oleh robot trading, dengan kata lain mekanisme trading sudah ter-otomasi oleh robot trading.

Robot trading berbentuk sebuah platform (software) yang memiliki konfigurasi tertentu. Ya, robot trading memiliki konfigurasi tertentu yang harus diterapkan, sesuai dengan rumus dan keinginan penggunanya. Jadi, sebuah robot trading tidak bisa kita jalankan begitu saja tanpa melalui konfigurasi terlebih dahulu, itu berarti kita juga harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana untuk bisa melakukan konfigurasi yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan kita. Resiko jika kita tidak tau apa-apa tentang konfigurasi robot trading, jelas, investasi kita akan mengalami kerugian.

Selain konfigurasi, robot trading juga harus melalui tahap pengujian terlebih dahulu. Ini hal wajib yang harus kita lakukan untuk menguji akurasi dari sebuah robot trading. Tentunya sebuah robot trading memiliki level akurasi yang berbeda-beda, sebagus apapun level akurasi robot trading tetap harus melalui tahap pengujian, tidak bisa serta merta langsung digunakan, kecuali kita mau merugi. Yang perlu dicatat lagi, tidak ada robot trading yang memiliki win rate 100%, suatu hal yang mustahil.

Pengujian robot trading biasanya dilakukan dengan metode back test maupun forward test, yang kita jalankan minimal satu bulan. Setelah itu kita bisa melihat, keputusan seperti apa yang telah diambil oleh robot dan kita dapat melihat hasilnya, apakah akurasinya bagus atau tidak dan kita bisa menentukam apakah robot tersebut layak pakai atau harus kita skip.

Selain itu, untuk dapat menjalankan robot trading, kita juga membutuhkan sumber daya lain seperti Virtual Desktop, karena tidak mungkin robot trading yang harus berjalan nonstop akan dibenamkan di sistem komputer pribadi kita, akan berbahaya untuk kondisi perangkat kita yang dipaksa terus menerus menyala. Maka, robot trading ideal dibenamkan di sistem Virtual Desktop seperti Virtual Private Server (VPS) atau Dedicated Server. VPS untuk robot trading akan terus berjalan meski kita mematikan komputer pribadi kita, sehingga penggunaan robot trading wajib diinstall di dalam sistem VPS untuk memastikan robot berjalan terus menerus, nonstop dan menjalankan peran sebagaimana mestinya.

VPS Untuk Robot Trading

Secara sederhana, itulah konsep penggunaan robot trading untuk investasi atau trading. Tidak sembarang orang bisa menggunakan robot trading, tetap harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup. Jika kita memang memiliki pedoman dan ilmu trading yang bagus, robot trading memang sangat membantu, dan menjadi sumber daya trading yang menjanjikan.

Seorang trader profesional berproses tidak dalam waktu yang singkat, mereka membekali diri mereka dengan pengetahuan terlebih dahulu. Memang benar seorang trader profesional pun pernah mengalami yang namanya kerugian, karena kerugian selalu ada di dunia trading, tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak pernah mengalami kerugian atau profit terus menerus ketika trading, itu suatu hal yang mustahil, namun setidaknya itu adalah kerugian alami dari kegiatan trading yang “dijalankan sendiri”, bukan karena terhipnotis oleh iming-iming keuntungan yang besar dalam waktu singkat dari pihak-pihak yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak teregulasi hukum atau aturan yang berlaku, singkatnya adalah investasi bodong.

Kondisi nyata saat ini adalah banyak orang awam yang tidak cukup paham bahkan tidak mengerti sama sekali namun terlalu terburu nafsu untuk masuk ke dunia trading, sehingga langkah-langkah yang mereka ambil justru keliru dan berujung mengalami kerugian, atau terjerat di lubang investasi bodong. Sewajarnya kita berinvestasi adalah mempelajarinya dan mengelola sendiri investasi kita, tidak ada yang namanya titip dana apalagi ke pihak yang menjanjikan keuntungan sangat tinggi dalam waktu singkat, juga yang berkedok robot trading dengan win rate yang tidak masuk akal.

Terlepas dari investasi bodong, trading sendiri merupakan kegiatan yang beresiko, kita perlu catat lagi bahwa resiko selalu berjalan beriringan dengan keuntungan, dimana ada keuntungan yang tinggi, disitu hadir pula resiko yang tinggi. Bijaklah dalam memulai sesuatu, dengan mencari tau dan memahaminya terlebih dahulu.

Sewa VPS Forex Terbaik

Virtual Private Server Dan Perannya Dalam Trading

VIRTUAL PRIVATE SERVER
DAN PERANNYA DALAM TRADING

Virtual Private Server Dan Perannya Dalam Trading

Virtual Private Server, atau disingkat VPS, sederhananya adalah sebuah virtual desktop atau komputer virtual yang bisa kita sewa untuk berbagai macam kebutuhan. VPS terbentuk dari sebuah mesin server besar (mesin server fisik) atau istilah mudahnya yaitu komputer berkekuatan super dengan resource yang sangat besar, di sebuah lokasi tertentu yang kemudian dipecah-pecah secara virtual (software) menjadi beberapa bagian kecil yang disebut dengan VPS.

VPS memiliki kecepatan internet yang tinggi, serta berjalan terus-menerus tanpa henti, atau nonstop, selama kita tidak dengan sengaja mematikan VPS, atau mesin besar tidak mengalami gangguan atau mati. VPS dioperasikan dengan cara diremote melalui remote desktop connection maupun command di komputer pribadi kita, selama VPS sudah berhasil kita remote, akan tetap berjalan meskipun kita mematikan komputer kita.

VPS tersedia dalam berbagai macam spesifikasi atau resource, tergantung dari pemecahan mesin besarnya. VPS tersebut yang kemudian disewakan untuk berbagai kebutuhan. Spesifikasi yang tersedia bermacam-macam yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Salah satunya untuk kebutuhan trading forex. Ya, VPS dapat mengakomodir kegiatan trading forex, khususnya untuk trading forex otomatis menggunakan robot forex (expert advisor/EA).

Karena memiliki kecepatan internet yang tinggi dan dapat berjalan nonstop, VPS sangat penting perannya dalam trading forex otomatis. Robot forex yang harus berjalan nonstop tanpa henti, tentunya lebih cocok di benamkan ke dalam sistem VPS daripada di komputer pribadi kita yang suatu waktu pasti harus mati atau mengalami gangguan seperti internet putus, listrik padam, dan overheating karena terlalu lama menyala. Dengan membenamkan Robot forex ke dalam VPS, memungkinkan robot akan berjalan lancar tanpa gangguan, meskipun kita mematikan komputer kita.

Maka, penggunaan robot forex lebih ideal dan mungkin bisa dikatakan wajib untuk diinstall ke dalam sistem VPS, dengan harapan, robot yang kita jalankan bisa bekerja dengan baik sebagaimana mestinya.

Saat ini sudah banyak sekali provider server yang menyediakan produk VPS dengan berbagai macam spesifikasi dan harga, bahkan tersedia VPS Forex atau VPS yang khusus dioptimasi untuk kebutuhan trading forex. VPS Forex untuk robot trading sangat direkomendasikan, jika kita menjalankan trading dengan metode robot forex, untuk meminimalisir gangguan yang terjadi apabila kita hanya menggunakan komputer pribadi kita.

Soal kualitas, saat ini VPS Forex murah yang disediakan oleh banyak provider VPS Forex Indonesia sudah cukup bagus. Infrastruktur dan teknologi yang digunakan pun sudah cukup up to date, seperti misalnya penggunaan storage SSD NVMe, RAM DDR4 dan lain sebagainya, dan tentunya akan terus update mengikuti perkembangan jaman demi memberikan performa VPS Forex stabil dan cepat, serta minim gangguan.

Sewa VPS Forex Terbaik

Sekilas Tentang Stock Split Dalam Investasi Saham

SEKILAS TENTANG STOCK SPLIT
DALAM INVESTASI SAHAM

Baru-baru ini (ketika artikel ini dibuat) Bank Central Asia dengan Kode Emiten BBCA telah melakukan Stock Split sahamnya yang telah beredar dengan rasio 1:5. Ini merupakan sesuatu yang menarik, karena Stock Split dianggap sesuatu yang menguntungkan karena harga per lembar saham menjadi lebih murah. Nah sebenarnya apa sih Stock Split itu? Mengapa ada Stock Split? Sebenarnya materi mengenai Stock Split tidak terlalu urgent untuk didahulukan, namun karena bertepatan dengan adanya Stock Split BBCA 1:5, maka saya publish lebih cepat daripada materi lainnya. Yuk kita bahas bareng-bareng, dan momen Stock Split BBCA 1:5 saya jadikan sebagai model untuk pembahasan ya.

Sekilas Tentang Stock Split Dalam Investasi Saham

Saya jeda dulu sedikit, sebagai informasi saja, di setiap artikel yang saya buat saya berusaha menggunakan bahasa atau mengolah pembahasan sesederhana mungkin ya, tujuannya tentu agar lebih mudah dicerna oleh mereka yang masih sangat awam dalam investasi saham. Jika kamu ada saran dan kritik bisa disampaikan langsung lewat tombol Whatsapp yang tersedia di pojok bawah ya.

Kembali ke topik utama. Apa itu Stock Split Saham? Lagi-lagi OJK berperan nih, menurut laman OJK, Stock Split adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan yang telah go public dengan memecah harga saham dengan rasio tertentu.

Ya, kita garis bawahi kata “memecah harga saham dengan rasio tertentu” ya, karena pada intinya Stock Split merupakan pemecahan lembar saham. Dipecah menjadi berapa? Pemecahan tergantung dari rasio yang telah ditentukan oleh emiten yang bersangkutan melalui berbagai proses sesuai dengan prosedur.

Pada Stock Split BBCA pemecahan dilakukan dengan rasio 1:5, itu artinya untuk setiap 1 lembar saham BBCA yang telah beredar, dipecah menjadi 5 lembar saham. Jika sebelumnya harga per lembar saham BBCA adalah Rp 35,000,-, maka dipecah menjadi 5 lembar saham yang masing-masing lembar harganya Rp 7.000,-. (Disini saya bulatkan harga sahamnya agar lebih mudah, jadi saya tidak menggunakan harga saham BBCA yang realtime). Untuk lebih jelasnya kamu bisa simak gambar di bawah ini sebagai ilustrasi.

Stock Split Saham

Prinsipnya, jika suatu emiten melakukan Stock Split maka jumlah saham mereka yang beredar menjadi lebih banyak, dan otomatis harga per lembarnya pun akan menyesuaikan jumlah lembar saham yang beredar. Saham BBCA yang beredar sebelumnya ada 25.000.000.000 (25 Milyar) lembar, setelah Stock Split 1:5, jumlah saham yang beredar menjadi 125.000.000.000 (125 Milyar) lembar. Kok bisa menjadi 125 Milyar? Ya jelas, karena setiap lembar sahamnya dipecah menjadi 5 lembar saham, jika semula 25 Milyar maka menjadi 125 Milyar dengan harga per lembar yang terpecah juga.

Mengapa ada Stock Split? Stock Split biasanya dilakukan karena beberapa alasan tertentu, seperti harga per lembar saham yang sudah mencapai harga tertinggi, serta untuk meningkatkan volume transaksi. Dengan adanya Stock Split harga per lembar saham menjadi lebih terjangkau dan tentunya akan menarik minat investor, sehingga memungkinkan volume transaksi akan meningkat, dengan kata lain sahamnya menjadi lebih likuid atau aktif diperdagangkan.

Nah jika kamu adalah pemegang saham BBCA, tenang saja, Stock Split tidak akan berdampak buruk untuk investasi kamu, karena tentunya jumlah saham yang kamu miliki (porsi kepemilikan) menjadi lebih banyak sehingga nilai investasinya tetap sama. Misalkan, semula kamu memiliki 100 lembar saham BBCA dengan harga per lembarnya Rp 35.000,-, maka setelah Stock Split, saham yang kamu miliki menjadi 500 lembar dengan harga per lembarnya Rp 7.000,-, coba saja kamu hitung, nilai investasimu akan tetap sama bukan? Jadi, tidak ada dampak stock split saham yang buruk bagi investasi kamu.

Bagi investor, terutama ritel (pemula), Stock Split juga menjadi momentum yang sangat bagus karena harga per lembar saham menjadi lebih murah. Apalagi Jika kamu investor baru yang sebelumnya sudah mengincar Saham Blue Chip seperti BBCA namun terbentur harga per lembar yang tinggi dan tidak masuk hitung-hitungan kamu, pastinya menjadi sangat terbantu dengan adanya Stock Split.

Menariknya lagi, jika kinerja perusahaan atau fundamentalnya bagus, bukan tidak mungkin di masa depan harga per lembar saham “setelah Stock Split” bisa kembali naik dan menyentuh harga yang sama seperti sebelum Stock Split. Maka, untuk momen Stock Split BBCA ini merupakan sesuatu yang sangat menarik mengingat BBCA merupakan salah satu Saham Blue Chip atau Big Cap, yang merupakan saham unggulan dan lebih aman untuk pemula serta tentunya menjadi rekomendasi untuk memulai berinvestasi saham.

Ada beberapa perusahaan yang sebelumnya sudah pernah melakukan Stock Split antara lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan beberapa perusahaan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.

Kesimpulannya, Stock Split merupakan pemecahan lembar saham yang pemecahannya tergantung rasio yang telah ditentukan dengan tujuan agar jumlah lembar saham yang beredar menjadi lebih banyak sehingga harga per lembar saham menjadi lebih terjangkau dan mampu memicu peningkatan volume transaksi. Namun perlu diingat, sebenarnya tidak semua momen Stock Split itu menarik ya, karena tetap saja tergantung dari emiten atau perusahaanya, apakah memiliki fundamental yang bagus? Ya, artinya fundamental tetap berperan penting ketika kamu berinvestasi saham, dan jangan pernah untuk diabaikan.

Sejauh ini, Stock Split dianggap sebagai momentum yang bagus, apalagi jika dilakukan oleh perusahaan yang bagus dan masuk dalam daftar saham jenis Blue Chip. Berbeda cerita jika yang terjadi adalah Reverse Stock Split, ini yang harus diwaspadai, umumnya jika suatu emiten memiliki rencana Reverse Stock Split, para pemegang saham mulai memikirkan untuk menjual saham mereka. Apa itu Reverse Stock Split? Akan dibahas di artikel berbeda ya.

Saham Gratis Ajaib Sekuritas

Open chat
Ada yang ingin ditanyakan?